Sebut 26 Nama dalam BAP : Eks Waka BGN Sony Sonjaya Justice Collaborator
Kasus BGN berkembang, masyarakat menyorot dan menanti akhirnya. Seperti yang sudah diketahui, sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan dan menahan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketiga mantan pejabat tersebut adalah eks Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Eks Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan siap membongkar 26 nama besar yang diduga terlibat, termasuk dari kalangan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Sony menyatakan siap membongkar keterlibatan pihak lain yang diduga ikut 'bermain' dalam program MBG.
Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti juga menegaskan bahwa langkah JC ini diambil bukan sebagai upaya untuk menghindar dari jeratan hukum, sebaliknya, Sony ingin bersikap kooperatif guna mengungkap siapa saja aktor yang bermain dalam program strategis tersebut.
Ia mengatakan kliennya sudah memberi 20 lebih nama yang diduga terlibat korupsi tata kelola Makan Gizi Gratis (MBG) kepada penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Puluhan nama itu disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Ungkapnya, "Sudah kita sampaikan ke penyidik (20 lebih nama) udah ada di BAP kok itu waktu pemeriksaan kita kan saya mendampingi Pak Sony, sudah kita tuangkan dalam BAP," ujar Krisna, yang juga menjelaskan bahwa surat pengajuan sebagai Justice collaborator (JC) ke penyidik. Dia berharap JC klien nya dapat diterima kepada wartawan, Rabu, (10/6/2026).
Krisna juga mengatakan, surat pengajuan sebagai Justice collaborator (JC) ke penyidik. Dia berharap JC klien nya dapat diterima.
Modus Operandi
Ketiga tersangka diduga mengintervensi verifikasi portal mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar yayasan milik mereka sendiri tetap lolos.
Mereka diduga melakukan makeup dan pengadaan barang tidak sesuai kebutuhan riil, seperti motor listrik senilai Rp 1 triliun, sepatu, tablet, hingga televisi.
Perkembangan teranyarnya, Presiden telah menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sebagai langkah responsif, ia menghentikan sementara penambahan dapur baru untuk program MBG.
Kondisi Lapangan
Menyusul pengungkapan kasus ini, sejumlah pihak yang mengaku sebagai investor sempat mengamuk di kantor BGN karena menuntut pembayaran pembangunan dapur SPPG. Di sisi lain, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak agar tata kelola program MBG diaudit secara menyeluruh dan dievaluasi.[]
•
🛡️Redaksi: Arpani |
www.satgasnas.com
www.satgasnas.com.jpg)









