Kontroversi Dampak Karhutla : Asap dan Oksigen
Dampak besar asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya di Indonesia. Melainkan menyebar dan dirasakan oleh negara tetangga.
Negara-negara tetangga yang terdampak seperti Malaysia, Singapura hingga Brunei Darussalam yang wilayah berdekatan dengan Indonesia khususnya Kalimantan.
Anggota parlemen Malaysia sekaligus Ketua Partai Pakatan Harapan Johor, Andrew Chen Kah Eng, mendesak pemerintah Indonesia segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas hingga mencemari udara di Malaysia.
Melansir Mi’raj News Agency (MINA) pada Kamis (15/10/2026), Andrew juga meminta Indonesia menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada negara-negara anggota ASEAN atas dampak kabut asap tersebut, Malay Mail melaporkan pada Senin (12/10/2026).
Lalu Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq juga menilai Kementerian Luar Negeri memiliki kewenangan lebih besar untuk merespons desakan Malaysia.
Sedangkan Indonesia sendiri memastikan memenuhi kewajiban pelaporan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC).
Pelaporan dilakukan secara rutin di tengah status siaga Level 3 karhutla di kawasan Asia Tenggara yang ditetapkan sejak Agustus 2026.
Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, laporan yang disampaikan Indonesia mencakup data situasi karhutla, langkah penanganan, dan perkembangan kondisi di lapangan.
Asap dan Oksigen Pernyataan dari kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Syahganda Nainggolan menyebut bahwa Indonesia dalam permasalahan karhutla ini sebenarnya tidak hanya mengirim asap.
Sebelum asapnya ada, kata Syahganda, Indonesia justru mengirim oksigen. Dan Syahganda mengatakan oksigen di Singapura dan Malaysia datang dari hutan Indonesia.
“Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya enggak ada, kita mengirim oksigen,” kata Syahganda, yang juga menuturkan, “Oksigen Singapura dan Malaysia itukan datang dari hutan-hutan kita."(*)
Negara-negara tetangga yang terdampak seperti Malaysia, Singapura hingga Brunei Darussalam yang wilayah berdekatan dengan Indonesia khususnya Kalimantan.
Anggota parlemen Malaysia sekaligus Ketua Partai Pakatan Harapan Johor, Andrew Chen Kah Eng, mendesak pemerintah Indonesia segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas hingga mencemari udara di Malaysia.
Melansir Mi’raj News Agency (MINA) pada Kamis (15/10/2026), Andrew juga meminta Indonesia menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada negara-negara anggota ASEAN atas dampak kabut asap tersebut, Malay Mail melaporkan pada Senin (12/10/2026).
Lalu Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq juga menilai Kementerian Luar Negeri memiliki kewenangan lebih besar untuk merespons desakan Malaysia.
Sedangkan Indonesia sendiri memastikan memenuhi kewajiban pelaporan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC).
Pelaporan dilakukan secara rutin di tengah status siaga Level 3 karhutla di kawasan Asia Tenggara yang ditetapkan sejak Agustus 2026.
Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, laporan yang disampaikan Indonesia mencakup data situasi karhutla, langkah penanganan, dan perkembangan kondisi di lapangan.
Asap dan Oksigen
Pernyataan dari kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Syahganda Nainggolan menyebut bahwa Indonesia dalam permasalahan karhutla ini sebenarnya tidak hanya mengirim asap.
Sebelum asapnya ada, kata Syahganda, Indonesia justru mengirim oksigen. Dan Syahganda mengatakan oksigen di Singapura dan Malaysia datang dari hutan Indonesia.
“Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya enggak ada, kita mengirim oksigen,” kata Syahganda, yang juga menuturkan, “Oksigen Singapura dan Malaysia itukan datang dari hutan-hutan kita."(*)
QUOTES POPULER
1. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
2. “Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu sedikit mengubah pikiran kita.” - Wayne
3. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
4. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."












