Elyza Ardilaya, Ajukan Disertasi S3 Tentang CDOB Kabupaten Garut Utara
Pasca dilaksanakannya Ekspose CDOB Garut Utara oleh Tim Kajian Akademik UNPAD belum lama ini Ruang Wakil Bupati Garut, menjadi perhatian menarik bagi Elyza Ardilaya yang berdinas di Kedokteran Polda Jabar untuk melakukan Disertasi S3 (Dr) nya dengan mengambil judul/thema "Pembentukan CDOB Kabupaten Garut Utara dilihat dari ilmu Pemerintahan,"
Untuk melakukan Disertasinya tentunya harus di lakukan kajian, analis, survey lokasi dan wawancara kepada beberapa orang Nara Sumber, seperti Bupati, Anggota DPRD Garut, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Tokoh Pemuda dan dari unsur Pengurus PM GATRA yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengusung proses Pembentukan CDOB Kabupaten Garut Utara.
Ketika di konfirmasi di salah satu rumah makan, Jln. Raya Limbangan Garut Utara, Senin, (8/6/2026), Elyza Ardilaya menjelaskan bahwa yang menjadi dasar pengambilan judul Disertasi S3 nya tentang pembentukan CDOB Garut Utara.
"Kebetulan karena Saya ini merupakan keturunan orang Garut, jadi sangat ingin melihat dan mengetahui secara langsung perjuangan dari para Deklarator dan pengurus PM GATRA (Paguyuban Masyarakat Garut Utara) dalam pengusungan Pembentukan CDOB Garut Utara, makanya mengambil judul/thema tentang Pemekaran Kabupaten Garut (CDOB Garut Utara)," ujarnya.
Sambungnya lagi, "Jadi pingin melihat, mendengar langsung bagaimana para pejuang dari PM GATRA dan Kelompok masyarakat yang ada di bagian Garut Utara untuk bisa mengusung, mendorong, mengawal dan memperjuangkan sampai ke tingkat pusat, agar memiliki Pemerintahan sendiri, mandiri sehingga menjadi DOB Kabupaten Garut Utara," paparnya lagi.
Ketika ditanya, "Bagaimana ibu melihat potensi Garut Utara sangat layak untuk menjadi DOB?" Dengan penuh semangat Elyza yang mempunyai anak satu, yang juga berdinas di Kedokteran Polda Jabar menjelaskan bahwa Garut Utara sangat layak untuk menjadi DOB Kabupaten Garut Utara.
"Saya sendiri melihat Garut Utara sangat layak untuk menjadi DOB Kabupaten Garut Utara, dengan berbagai pertimbangan, SDM nya yang mumpuni, kemudian SDA (Sumber Daya Alam) yang asri dan memiliki potensi panas bumi, pariwisatanya yang indah, religius dan memiliki unsur budaya kesundaan."
Ia juga menjelaskan, selain itu memiliki jalan raya antar Provinsi yang bisa menghubungkan antar Daerah Provinsi, Jawa dan Bali, "Ini merupakan potensi dasar Garut Utara layak menjadi DOB." Tegasnya.
"Demikian pula untuk luas wilayah, letak geografis, jumlah penduduknya juga sangat banyak. Jadi sudah selayaknya Pemerintah Pusat untuk segera mencabut moratorium dan DPR RI mensyahkan PP tentang Penataan Daerah sehingga CDOB Kabupaten Garut Utara segera di Setujui oleh Presiden dan di Paripurnakan oleh DPR RI," tuturnya antusias dengan penuh harap.
Selanjutnya di sampaikan Elyza yang juga berprofesi sebagai seorang artis film, menyebutkan terkait tentang Moratorium, "Sebagian orang berpikiran mungkin akan menghambat jika moratorium dicabut karena akan berdampak pada beban APBN yang harus di keluarkan oleh Pemerintah Pusat. Untuk itu kita harus bisa melihat dan memberikan alasan yang tepat kepada pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Prabowo untuk bisa mencabut moratorium," ujarnya.
"Kenapa untuk Papua dan Sulawesi bisa ada pemekaran, sementara untuk Jawa Barat tidak bisa, makanya perlu adanya loby-loby politik antara PM GATRA dengan para elit partai, anggota legislatif dengan pihak eksekutif (Mendagri/Presiden) untuk memberikan kepercayaan kepada daerah untuk bisa mengatur dan mengolah pemerintahannya sendiri karena aspirasi ini di jamin oleh UU No. 23/2014 (Pemerintahan Daerah) dan PP 78/2007." ungkapnya.
Diakhir perbincangan Elyza yang nama aslinya Elis Julaeha, kelahiran Pangalengan yang merupakan Keturunan orang Garut dari pasangan Khadijah dan Rd. Awan, mengutarakan harapannya bahwa jika Garut Utara menjadi DOB Kabupaten Garut Utara nantinya akan lebih maju.
Video Terkait CDOB:
"Saya berharap jika Garut Utara menjadi DOB Kabupaten Garut Utara nantinya akan lebih maju, sukses dan menjadi Kabupaten terbaik melebihi Bandung, baik dalam pelayanan publiknya, pertumbuhan ekonominya, pertaniannya, objek wisatanya, kawasan industrinya, pariwisatanya, hingga sumber daya alam nya bisa mendatangkan PAD yang besar untuk APBD Kabupaten Garut Utara."
Tandasnya lagi, "Karena berdasarkan hasil kajian akademik UNPAD, Garut Utara sangat layak untuk menjadi Daerah Otonomi Baru dengan skor 400 poin berdasarkan RPP dari UU 23/2014 dan nilai 451 poin berdasarkan PP 78/2007." []
•Aep Saepudin
🛡️Redaksi: Dosi Bre' |
www.satgasnas.com
www.satgasnas.com.jpg)










