Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk

Dampingi Menko AHY Tinjau Infrastruktur, Wali Kota Bekasi Pastikan Percepatan…

RW013 Bintang Metropole Raih Berbagai Pengakuan

Tegakkan Aturan Lingkungan, Gakkum DLH Kota Bekasi Segel Pabrik Arang di Sumur…

Akhirnya Silmy Karim Didakwa Melakukan Pemerasan Rp 168,9 M

Ketua DMI Jawa Barat Lantik Kepengurusan DMI Kabupaten Garut

Wali Kota Bekasi dan Kapolres Metro Bekasi Dorong Pelayanan Keamanan Lebih…

Konser Kanye West di Jakarta Memberikan Dampak Ekonomi Besar

Tokoh ETLE Sambodo Purnomo Yogo Menjabat Waastamarena Kapolri

Kali Harun Menyempit hingga 1 Meter, Tri Adhianto Targetkan 380 Meter Ditangani Akhir…

07/11/2026

Tokoh Masyarakat Qomarudin Berbicara Dekadensi Gen Z atau Kemajuan pada Hari Pahlawan di Era Global



Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang peristiwa heroik Pertempuran Surabaya tahun 1945.

@satgasnasNews |KOTA BEKASI
Saat itu, para pejuang dari berbagai kalangan bersatu melawan penjajah dengan semangat yang heroik, mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan. Tokoh-tokoh besar seperti Bung Tomo, KH Hasyim Asy'ari, dan lain-lainnya  jadi simbol keberanian dan pengorbanan. 

Mengenang dan memperingati Hari Pahlawan bertalian dengan Sumpah Pemuda. Sejarah Sumpah Pemuda berawal dari kesadaran para pemuda Indonesia untuk meninggalkan perlawanan yang bersifat kedaerahan dan bersatu melawan penjajahan Belanda. Peristiwa penting ini merupakan hasil dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia, kini Jakarta.

Roda era berputar. Kini (Generasi) Gen Z lahir di mana teknologi digital semakin pesat. Gen Z mahir memakai gadget, dari media sosial hingga aplikasi berbasis internet.

Di tengah hiruk pikuk era digital sekarang, muncul ironi: generasi muda yang dikenal sebagai “Gen Z” justru (dalam sebuah artikel) semakin jauh dari sejarah bangsanya sendiri. 

Buntut kemudahan akses informasi ini, muncul problem besar: "banyak dari (Generasi) Gen Z yang tak lagi paham atau bahkan apatis pada sejarah bangsa." ?

Padahal Gen Z punya akses ke informasi tanpa batas lewat internet, justru lebih kenal selebriti dunia maya atau tren TikTok daripada tokoh-tokoh pahlawan nasional seperti Bung Tomo dan lain-lain.

Gejala ini sering disebut “amnesia sejarah”, yakni ketika masyarakat—terutama generasi muda—lupa akar sejarahnya. Amnesia sejarah tak sekedar tentang ketidaktahuan peristiwa masa lalu, melainkan juga hilangnya pemahaman tentang nilai-nilai yang membentuk identitas bangsa.

Sejumlah pengamat politik dan hasil survei lembaga seperti Indikator Politik Indonesia serta kajian dari berbagai universitas meluruskan stigma negatif ini. 

Suara yang Tidak Didengar: 
Gen Z sering dicap tidak peduli terhadap urusan bernegara, namun data menunjukkan bahwa lebih dari 52% anak muda merasa aktor politik dan institusi formal belum berhasil mewakili aspirasi mereka. 

Jenuh terhadap konflik elite dan janji yang tidak terealisasi memicu sikap menarik diri, yang kerap disalahartikan sebagai apatisme.

Ketiadaan Teladan Moral: 
Narasi sejarah formal sering kali kontras dengan realitas korupsi atau kemunduran demokrasi yang mereka saksikan hari ini. Hal ini membuat mereka mempertanyakan relevansi teks sejarah doktrinal.

Sikap dan pandangan generasi milenial serta Gen Z terkait Pahlawan, mengasumsikan bahwa pahlawan masa kini dalam "bentuk inovasi dan karya". Seperti memanfaatkan teknologi sebagai medan juang.

Jabarannya. Di tengah arus globalisasi dan era digital, Gen Z dan milenial melihat Hari Pahlawan atau pun sumpah pemuda sebagai momentum untuk melawan musuh baru seperti kemalasan (mager), penyebaran hoaks, sikap apatis, hingga isu-isu sosial melalui kreativitas digital dan teknologi.

Tokoh Masyarakat Buka Suara 

Beberapa tokoh masyarakat menanggapi ini dari berbagai sudut aspek. Salah satunya Haji Qomarudin, Tokoh masyarakat yang juga ketua DPC HIPAKAD, Kota Bekasi menyebutkan bahwa generasi muda saat ini tidak membedakan Ras atau golongan, "Berbeda dengan orang- orang tua dulu yang masih banyak memegang tradisi/kebudayaan masa lalu yang terkotak-kotak." Ujarnya.

Hanya mungkin, generasi saat ini memang harus ditanamkan patriotisme "mencintai negara ini," dan anak- anak muda saat ini mudah terprovokasi, 'Mereka cepat responsif tanpa mendalami terlebih dulu." Ungkapnya.

Qomarudin juga memaparkan terkait anak anak muda di era sekarang bahwa mereka umumnya menguasai IT, Teknologi Informasi serta lebih global kebhinekaannya dari orang-orang terdahulu. Mereka umumnya memanfaatkan teknologi sebagai medan juang.

"Cuma memang dari segi patriotisme masih perlu di tingkatkan lagi ," katanya menutup pembicaraan, yang juga menyebutkan mencintai negara ini jauh lebih penting.(*)
•red

🛡️Redaksi: Dosi Bre'| www.satgasnas.com


Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Wali Kota Bekasi Resmikan Taman Rinjani di Harapan Jaya, Ruang Terbuka Untuk…

3 Tersangka Baru Ditetapkan Polisi dalam Kecelakaan Maut Kapal Virgo Transport

Tri Adhianto Dukung Kerja Sama Pemprov Jabar, Warga Bisa Berobat di RS Jaringan…

PWI Bekasi Raya Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan oleh Kepala DLH

Transera Waterpark - FPP Kabupaten Bekasi, Teken MoU Wisata Edukasi Sejarah Islam

Menko Bidang PM, Cak Imin Sebut Vida Role Model, Wali Kota Bekasi Siapkan Perluas…

Guru Besar Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., Menjabat Kapolda Metro Jaya

Tolak Sodetan Baru ..."

FORKABI Kota Tangerang Gelar Musda V, H. Dadang Andriani, S.T dan Saipul Basr…


PM Gatra Mengetuk Pintu DPR Temui Fraksi PKS Terkait DOB

Donasi Bencana NTT Capai Rp2,1 Miliar, Wali Kota Bekasi Apresiasi Kepedulian Dan…

Rekam Jejak Kolaborasi Antar-BUMN, PNRI Sukses Produksi Jutaan Buku Tabungan

Polres Metro Depok Menggelar Sertijab: Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek…

Banjir Dukungan Rencana Walikota Ngantor di RW, Ketua RW: Ini Moment yang Harus…

Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026 Dihadiri 450 Polisi Wanita dari 43 Negara

WALHI Ungkap 52 Korporasi Afiliasi Malaysia dan Singapura Terindikasi Kuat Terlibat…

Calon Sekda Harus Bisa Cegah Korupsi

DPPKB Kota Bekasi Raih Lima Penghargaan Tertinggi Program Pengendalian…

Mengetuk Pintu DPR : PM Gatra Menemui Fraksi PKS

Wali Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota Gelar Doa Bersama Peringati HUT…

PNM Peduli Cabang Bekasi Berikan Sarana Prasarana untuk Support Pelatihan…
 
Di Hari Bhayangkara ke-80 Polri Menegaskan Komitmennya Mendukung…
 
Kreativitas Kepala Daerah Menentukan Masa Depan DOB: Mengubah Kekayaan…
 
Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Mengembangkan…
 
Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang Unisma Bekasi
 
Sugeng Teguh Santoso IPW
 
Dampingi Ketua MPR RI, Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Peran Strategis…
 
Menggeser Narasi Perjuangan Dari Pemekaran Daerah Menjadi Kesejahteraan…
 
Forum Grup Discusion di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara…
 
QUOTES POPULER
1.
Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim). 
2. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
3. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
4. "Bahwa kekayaan besar sering kali berdampingan dengan ketidaksetaraan, dan orang kaya selayaknya berkontribusi lebih pada pengeluaran publik." - Adam Smith.
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan." 
6. "Bahwa kepentingan yang mendesak akan memotivasi seseorang meski peluang tidak berpihak." - Elon Musk.

FOTO BERITA
  Foto Kita  













  • Cover
  • Kabar 
  • Video
  •  


    Konser Kanye West di Jakarta Memberikan Dampak Ekonomi Besar

    Tokoh ETLE Sambodo Purnomo Yogo Menjabat Waastamarena Kapolri

    Kali Harun Menyempit hingga 1 Meter, Tri Adhianto Targetkan 380 Meter Ditangani Akhir…

    Operasi Patuh 2026 Digelar Korlantas Polri Mulai 26 Oktober Hingga 8 November

    Jajaran Kejaksaan Alami Perombakan - Jaksa Agung Terbitkan SK Mutasi Pejabat…

    Asep Surya Atmaja Resmi Jadi Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2025-2030

    Tegas Batalkan Agenda, MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

     
    Kakorlantas Santuni Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama dalam Rangka Ikhtiar Spiritual

    Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud Minta Maaf Terkait Menyenggol Pendemo

    DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaika…

    Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan dan Tindak Tegas Oknum…

    Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas

    Detasemen K-9 Baharkam Polri Kawal CFD Margonda Depok Hingga Aman Terkendali

    Butuh Langkah Terukur Agar DOB Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas

    Kelurahan Perwira Gelar Sosialisasi Program Penataan lingkungan Bekasi Keren…

    Optimalkan Penegakan Hukum Elektronik, Korlantas Polri Akan Gelar Operasi Patuh 2026

    Wakil Ketua DPC Pondok Gede Nurul Fahmi F. Syah, S.Pd, MM Resmi Mempersunting Bidan…

    Plh. Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe Hadiri Pisah Sambut Kajati Jabar Pakuan Bandung

    UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara, Mendapatkan Nilai 400 dan…

    Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Mabes Polri Tegaskan Nilai Luhur Bangs…