Gebyar Harkop ke-79, Wali Kota Bekasi Gaungkan Koperasi Muda dan Modern Menuju Porprov Jawa Barat 2026
@satgasnasNews |KOTA BEKASIPemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Koperasi dan UKM menggelar Gebyar Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Kota Bekasi di Plaza Patriot Chandrabhaga, Minggu (25/10/2026).
Mengusung tagline “Gerakan Koperasi Bekasi Keren yang Muda, Inovatif dan Modern Menuju Porprov Jawa Barat 2026”, ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat berkoperasi sekaligus mendorong perkembangan koperasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, koperasi perlu terus berkembang melalui inovasi, pengelolaan yang profesional, serta keterlibatan generasi muda.
“Koperasi harus menjadi wadah ekonomi yang semakin modern, inovatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin anak-anak muda juga tertarik untuk terlibat, mengembangkan ide, serta membangun usaha bersama melalui koperasi,” ujar Tri.
Menurutnya, perkembangan koperasi di Kota Bekasi perlu didukung dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pengurus koperasi, dan masyarakat. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Melalui Gebyar Harkop ke-79 ini, saya berharap semangat berkoperasi semakin kuat. Mari kita jadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kemajuan Kota Bekasi menuju Porprov Jawa Barat 2026,” tambahnya.
Melalui Gebyar Harkop ke-79, Pemerintah Kota Bekasi berharap gerakan koperasi semakin dikenal luas, terutama oleh generasi muda, serta mampu tumbuh menjadi bagian penting dalam membangun perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(*)
@satgasnasNews |KOTA BEKASI
Mengusung tagline “Gerakan Koperasi Bekasi Keren yang Muda, Inovatif dan Modern Menuju Porprov Jawa Barat 2026”, ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat berkoperasi sekaligus mendorong perkembangan koperasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, koperasi perlu terus berkembang melalui inovasi, pengelolaan yang profesional, serta keterlibatan generasi muda.
“Koperasi harus menjadi wadah ekonomi yang semakin modern, inovatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin anak-anak muda juga tertarik untuk terlibat, mengembangkan ide, serta membangun usaha bersama melalui koperasi,” ujar Tri.
Menurutnya, perkembangan koperasi di Kota Bekasi perlu didukung dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pengurus koperasi, dan masyarakat. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Melalui Gebyar Harkop ke-79 ini, saya berharap semangat berkoperasi semakin kuat. Mari kita jadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kemajuan Kota Bekasi menuju Porprov Jawa Barat 2026,” tambahnya.
Melalui Gebyar Harkop ke-79, Pemerintah Kota Bekasi berharap gerakan koperasi semakin dikenal luas, terutama oleh generasi muda, serta mampu tumbuh menjadi bagian penting dalam membangun perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

QUOTES POPULER
1. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
2. “Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu sedikit mengubah pikiran kita.” - Wayne
3. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
4. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."















