Forum Grup Discusion di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara Digelar
Acara Forum Grup Discusion (FGD) diadakan di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, menggelar Forum Grup Discusion (FGD) Rabu, (24/6/2026).
Kegiatan itu sebagai upaya menghimpun masukan dan menjelaskan terkait pelayanan yang dilakukan Puskesmas Seroja selama ini. FGD digelar di lantai 2 Puskesmas Seroja.
Dalam kesempatan itu, Kepala Puskesmas Seroja, Dokter Aryando menjelaskan berbagai pelayanan yang selama ini dilaksanakan di Puskesmas Seroja.
"Ini lebih pada diskusi dan sosialisasi pelayanan di masyarakat yang dilaksanakan Puskesmas Seroja," kata Aryando dalam sesi memberikan materi kepada peserta di antaranya perwakilan ketua RW, tokoh masyarakat dan PSM.
Disaat itu juga, Aryando membuka tanya jawab dengan peserta sosialisasi yang hadir, terkait pelayanan dan penjelasan tentang Posyandu ILP.
Ia memberikan penjelasan secara menyeluruh terkait pelayanan kesehatan mulai dari usia anak-anak hingga dewasa dan upaya penyelesaian pelayanan secara maksimal.
Kemudian imunisasi dapat dilaksanakan lintas paskes dan lintas RW. Sehingga setiap bayi yang harus imunisasi dapat dilayani di mana pun bahkan di Posyandu lain.
Dalam sesi tanya jawab itu juga banyak mencuat persoalan yang dihadapi pengurus Posyandu, mulai dari pelayanan kesehatan bayi, manula dan pelayanan KB yang tidak ada dalam pelayanan Posyandu.
Kemudian Aryando menjelaskan, agar pengurus Posyandu dapat memberikan informasi kepada kaum ibu usia produktif untuk menggunakan KB jangka panjang, seperti IUD, Inplan atau Pasektomi dan Tubektomi.
Terkait penyakit menular, seperti TB Paru dan Kusta akan dilayani Puskesmas Seroja membuka layanan Setia Selasa dan Kamis dengan mengambil tempat yang sudah ditentukan di Puskesmas Seroja.
Dalam paparan selanjutnya, Aryando menjelaskan, Puskesmas Seroja selama ini berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kendati diakuinya selama ini tenaga kesehatan masih relatif kurang.
"Tenaga dokter di Puskesmas Seroja," kata Aryando, "Hanya tiga orang, dibantu beberapa tenaga medis dan lima dokter bantu yang tugasnya hanya satu tahun."
"Kita bisa bayangkan, dengan tenaga medis yang ada, kami tetap harus berupa maksimal melayani masyarakat Harapanjaya," ujarnya.
Menurut Aryando lagi, "Spa pun persoalannya, Puskesmas Seroja harus dapat melayani masyarakat Harapanjaya yang jumlahnya mencapai 84.000 lebih.'
Menyinggung keberadaan Puskesmas Seroja yang dianggap perlu dilakukan pengembangan, Aryando menjelaskan, untuk lebih memberikan pelayanan masyarakat yang lebih baik dan representatif perlu dilakukan pengembangan.
Karena itu, kata Aryando, "Puskesmas Seroja yang berdiri sejak 1984 berdiri di atas lahan milik Yayasan Darmais ini nantinya akan direlokasi ke wilayah RW 29 sudah direkomendasi oleh Dinas Tatq Ruang Kota Bekasi dan akan dilakukan pembangunannya pada 2027."
Katanya lagi, "Semoga rencana ini dapat terlaksana, sehingga Puskesmas Seroja akan lebih baik dan dapat melayani masyarakat lebih maksimal," ujar Aryando berharap.
Kegiatan itu sebagai upaya menghimpun masukan dan menjelaskan terkait pelayanan yang dilakukan Puskesmas Seroja selama ini. FGD digelar di lantai 2 Puskesmas Seroja.
Dalam kesempatan itu, Kepala Puskesmas Seroja, Dokter Aryando menjelaskan berbagai pelayanan yang selama ini dilaksanakan di Puskesmas Seroja.
"Ini lebih pada diskusi dan sosialisasi pelayanan di masyarakat yang dilaksanakan Puskesmas Seroja," kata Aryando dalam sesi memberikan materi kepada peserta di antaranya perwakilan ketua RW, tokoh masyarakat dan PSM.
Disaat itu juga, Aryando membuka tanya jawab dengan peserta sosialisasi yang hadir, terkait pelayanan dan penjelasan tentang Posyandu ILP.
Ia memberikan penjelasan secara menyeluruh terkait pelayanan kesehatan mulai dari usia anak-anak hingga dewasa dan upaya penyelesaian pelayanan secara maksimal.
Kemudian imunisasi dapat dilaksanakan lintas paskes dan lintas RW. Sehingga setiap bayi yang harus imunisasi dapat dilayani di mana pun bahkan di Posyandu lain.
Dalam sesi tanya jawab itu juga banyak mencuat persoalan yang dihadapi pengurus Posyandu, mulai dari pelayanan kesehatan bayi, manula dan pelayanan KB yang tidak ada dalam pelayanan Posyandu.
Kemudian Aryando menjelaskan, agar pengurus Posyandu dapat memberikan informasi kepada kaum ibu usia produktif untuk menggunakan KB jangka panjang, seperti IUD, Inplan atau Pasektomi dan Tubektomi.
Terkait penyakit menular, seperti TB Paru dan Kusta akan dilayani Puskesmas Seroja membuka layanan Setia Selasa dan Kamis dengan mengambil tempat yang sudah ditentukan di Puskesmas Seroja.
Dalam paparan selanjutnya, Aryando menjelaskan, Puskesmas Seroja selama ini berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kendati diakuinya selama ini tenaga kesehatan masih relatif kurang.
"Tenaga dokter di Puskesmas Seroja," kata Aryando, "Hanya tiga orang, dibantu beberapa tenaga medis dan lima dokter bantu yang tugasnya hanya satu tahun."
"Kita bisa bayangkan, dengan tenaga medis yang ada, kami tetap harus berupa maksimal melayani masyarakat Harapanjaya," ujarnya.
Menurut Aryando lagi, "Spa pun persoalannya, Puskesmas Seroja harus dapat melayani masyarakat Harapanjaya yang jumlahnya mencapai 84.000 lebih.'
Menyinggung keberadaan Puskesmas Seroja yang dianggap perlu dilakukan pengembangan, Aryando menjelaskan, untuk lebih memberikan pelayanan masyarakat yang lebih baik dan representatif perlu dilakukan pengembangan.
Karena itu, kata Aryando, "Puskesmas Seroja yang berdiri sejak 1984 berdiri di atas lahan milik Yayasan Darmais ini nantinya akan direlokasi ke wilayah RW 29 sudah direkomendasi oleh Dinas Tatq Ruang Kota Bekasi dan akan dilakukan pembangunannya pada 2027."
Katanya lagi, "Semoga rencana ini dapat terlaksana, sehingga Puskesmas Seroja akan lebih baik dan dapat melayani masyarakat lebih maksimal," ujar Aryando berharap.
LINK :
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Angelo Pandeli, gembong kartel narkoba asal Australia, saat hendak terbang dengan jet pribadi di Terminal Selatan VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu, (7/6/2026).
























